BUDUK,NUSANTARAMURNI.com– Keberhasilan Desa Buduk dalam menjaga wilayahnya dari kasus stunting bukan menjadi alasan bagi para kader untuk berpuas diri. Sebaliknya, komitmen untuk mempertahankan status “Nihil Stunting” justru diperkuat melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Kader Integrasi Layanan Primer (ILP) Posyandu yang diselenggarakan, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi para garda terdepan kesehatan di desa untuk menyamakan persepsi mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kader dalam pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai elemen penting, mulai dari kader BKB se-Desa Buduk, kader ILP Posyandu, hingga perangkat desa yang diwakili oleh Sekretaris Desa (Sekdes). Kehadiran PJ Pustu Mengwi dan narasumber dari Dinas P2KB P3A Kabupaten Badung semakin menegaskan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab kolektif.
Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah desa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader. “Status nihil stunting di Desa Buduk adalah buah kerja keras Bapak dan Ibu semua. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana kita terus mengawal tumbuh kembang balita agar kualitas generasi penerus kita tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.
Narasumber utama dalam kegiatan ini, Ir. Ida Ayu Pidada Muliawati, menekankan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi semata, melainkan juga sangat bergantung pada pola asuh (parenting) orang tua di rumah.
Dalam paparannya, Ida Ayu Pidada Muliawati menguraikan secara detail tata cara pola asuh balita yang efektif guna mencegah risiko stunting. Ia menekankan pentingnya peran kader BKB untuk melakukan edukasi intensif kepada para orang tua.

“Kader BKB bukan hanya sekadar pendata, tetapi menjadi pendidik bagi orang tua. Bagaimana orang tua memberikan kasih sayang, stimulasi perkembangan, hingga pemenuhan gizi seimbang harus dipantau. Pola asuh yang salah, meskipun gizi tercukupi, tetap bisa menghambat tumbuh kembang optimal anak,” jelas Ida Ayu Pidada Muliawati di hadapan para peserta.
Ia juga menambahkan bahwa kader ILP Posyandu dan BKB harus berkolaborasi erat dalam memberikan pelayanan. Sinergi ini diharapkan mampu mendeteksi dini setiap kendala kesehatan atau perkembangan anak sebelum masalah tersebut membesar.
Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti pemaparan, terutama saat sesi diskusi mengenai tantangan di lapangan. Para kader diberikan penguatan teknis tentang cara mengedukasi masyarakat dengan pendekatan yang lebih persuasif dan mudah diterima oleh keluarga balita.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa Buduk berharap seluruh kader memiliki kapasitas yang lebih mumpuni dalam melakukan intervensi pencegahan stunting. Upaya ini merupakan langkah preventif agar Desa Buduk tetap menjadi zona hijau yang ramah bagi tumbuh kembang anak-anak, sekaligus berkontribusi aktif dalam menyukseskan program prioritas nasional di tingkat Kabupaten Badung.
Dengan semangat yang diperbarui, para kader kini kembali ke lingkungan kerja masing-masing dengan satu tujuan besar: menjaga anak-anak Desa Buduk tetap sehat, cerdas, dan bebas stunting.
AR81







