DARMASABA,NUSANTARAMURNI.com– Insiden ledakan yang terjadi pada area trotoar di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.803.30, Desa Darmasaba, Kabupaten Badung, masih menyisakan tanda tanya besar bagi warga sekitar. Hingga saat ini, peristiwa yang terjadi pada Jumat, 17 April 2026 lalu tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Badung.
Hampir sepekan pasca kejadian, kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai apa yang menjadi pemicu utama ledakan tersebut. Spekulasi mengenai penyebab insiden, apakah berasal dari kebocoran pipa penyalur bahan bakar atau adanya kendala pada tangki pendam SPBU masih terus bergulir di tengah masyarakat.
Upaya untuk mendapatkan titik terang mengenai penyebab insiden ini telah dilakukan oleh tim awak media sejak awal pekan ini. Pada Selasa, 21 April 2026, awak media mendatangi lokasi kejadian di SPBU 54.803.30 untuk melakukan konfirmasi langsung.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Setibanya di lokasi, tim hanya dapat menemui operator SPBU yang sedang bertugas. Menurut informasi di lapangan, manajer serta pengawas SPBU tidak berada di tempat karena sedang menjalani pemanggilan dan pemeriksaan oleh pihak kepolisian terkait insiden tersebut.
Dua hari berselang, tepatnya pada Kamis, 23 April 2026, awak media kembali mendatangi pihak pengelola SPBU untuk menanyakan perkembangan situasi pasca insiden. Kali ini, tim berhasil menemui pengawas SPBU, Pak Dani, yang bersedia memberikan tanggapan singkat.
Dalam keterangannya, Pak Dani tampak berhati-hati dan tidak memberikan penjelasan mendalam mengenai teknis penyebab ledakan. Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kebocoran pada sistem perpipaan atau masalah pada tangki pendam yang ditanam di bawah tanah, ia enggan berspekulasi lebih jauh.
“Untuk detail penyebabnya, mohon maaf saya tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Kami mengarahkan agar pertanyaan terkait teknis ini ditanyakan langsung kepada pihak Pertamina,” ujar Pak Dani saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan bahwa pihak pengelola SPBU saat ini sepenuhnya menyerahkan proses investigasi kepada pihak berwajib. “Saat ini kami masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian,” tegasnya singkat.
AR81





