Dedikasi Tanpa Batas, Ida Ratu Shri Begawan Hidupkan Karakter Barong Lewat Pahat Otodidak. 

BANGLI,NUSANTARAMURNI.com– Di balik jubah kesucian seorang sulinggih, tersimpan jemari terampil yang mampu menghidupkan kayu menjadi karakter-karakter sakral. Ida Ratu Shri Begawan Putra Nata Bangli Anom Pemayun, seorang tokoh spiritual yang kini menetap di Griya Agung Alang Sanja, ternyata memiliki kedekatan batin yang luar biasa dengan seni pahat Bali.

 

Saat ditemui awak media pada Jumat (06/02/2026) siang, beliau berbagi kisah tentang perjalanannya menggeluti dunia seni pahat dan pedalangan yang telah ia tekuni jauh sebelum menapakkan kaki di jalan kesucian (sulinggih).

Ketertarikan Ida Ratu terhadap seni pahat bukanlah hasil dari pendidikan formal, melainkan panggilan jiwa yang muncul sejak tahun 2006. Secara otodidak, beliau mulai mempelajari guratan-guratan kayu, memahami serat, hingga akhirnya mampu membentuk karakter topeng yang memiliki “nyawa”.

“Semua ini saya pelajari sendiri (otodidak). Ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri saat sedang memahat. Perasaan saya sangat senang setiap kali mulai membentuk sebuah karakter,” ujar beliau dengan nada tenang.

Ida Ratu Shri Begawan Putra Nata Bangli Anom Pemayun

Meski dikerjakan secara mandiri, produktivitas dan kualitas karya beliau tidak perlu diragukan. Dalam wawancara tersebut, Ida Ratu menjelaskan durasi pengerjaan beberapa karyanya:

-Topeng Dalem (Raja): Membutuhkan waktu sekitar 3 hari untuk menonjolkan wibawa seorang penguasa dengan gaya khas Bangli.

-Topeng Barong: Membutuhkan waktu sekitar 1 minggu karena kerumitan detail dan ukurannya yang lebih besar.

Menurut beliau, tantangan terbesar dalam memahat bukanlah pada teknik memotong kayu, melainkan pada ekspresi. Menghadirkan ekspresi yang tepat—apakah itu kemarahan, kewibawaan, atau ketenangan—adalah titik tersulit dalam pembuatan sebuah topeng.

Uniknya, meski karya-karyanya memiliki nilai seni dan spiritual yang tinggi, Ida Ratu menegaskan bahwa seluruh topeng yang ia buat tidak untuk dijual. Karya-karya tersebut merupakan bentuk pengabdian seni dan pelestarian budaya yang murni lahir dari hobi dan kecintaan beliau.

Ida Ratu Shri Begawan Putra Nata Bangli Anom Pemayun

Meski kini menyandang status sebagai sulinggih yang dihormati, Ida Ratu Shri Begawan tetap mempertahankan sifat rendah hati. Beliau menyatakan sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin datang berkunjung, baik untuk sekadar bersilaturahmi maupun berdiskusi mengenai seni dan spiritualitas.

Kehadiran beliau di Griya Agung Alang Sanja menjadi bukti bahwa spiritualitas dan kesenian adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Bali.

 

 

AR81