DENPASAR,NUSANTARAMURNI.com– Dalam upaya mendukung visi besar pemerintah mewujudkan generasi emas yang cerdas dan sehat, sebuah agenda krusial bagi tenaga profesional kuliner digelar di Bali. Pelatihan dan Uji Kompetensi DEMI Chef untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan pada Sabtu (07/02/2026) di Azana Boutique Hotel, Denpasar.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini dihadiri oleh puluhan peserta yang antusias menyerap ilmu dari para pakar. Hadir sebagai mentor utama adalah Chef Endar dan Chef Tikno Widodo, dua sosok berpengalaman di dunia kuliner. Jalannya acara dikoordinasikan secara apik oleh Bagio Utomo, dengan panduan MC M. Fahmi serta kehadiran Tengku Sunardi yang berhasil mencairkan suasana hingga pelatihan terasa semakin seru dan interaktif.
Dalam sambutannya, Afwal Winardy Pembina acara menekankan bahwa kompetensi seorang chef bukan sekadar soal rasa, melainkan tanggung jawab terhadap mutu dan keamanan pangan. Pelatihan ini dipandang mendesak guna menjaga kualitas bahan makanan, akurasi nilai gizi, serta standar kebersihan yang ketat.
“Tujuannya agar bangsa ini sesuai dengan harapan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dapat terwujud. Motivasi utama kami adalah menjaga amanah dalam mencerdaskan anak bangsa melalui asupan gizi seimbang,” ujar sang Pembina di hadapan para peserta.
Isu mengenai efisiensi biaya makan siang gratis juga menjadi sorotan. Menanggapi opini publik yang meragukan kualitas menu jika dipatok dengan harga rendah. Melalui pelatihan ini, para chef diajarkan cara mengelola bahan secara profesional sehingga harga menu dapat dijelaskan secara transparan kepada publik.
“Ketika bicara nilai, ada yang bilang satu porsi tidak sampai 10 ribu rupiah. Maka dengan adanya pelatihan ini, harga-harga menu bisa dijelaskan secara terperinci sehingga masyarakat sendiri yang menilai kualitasnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihak penyelenggara menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan evaluasi publik. Afwal secara tegas meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program ini di lapangan.

“Saya mengharapkan masyarakat, jika memang kedapatan dalam penyajian porsi ada yang kurang pas, silakan saja dikritik,” tegas Afwal. Ia menambahkan bahwa masukan dari warga adalah instrumen penting untuk perbaikan berkelanjutan. “Karena kritik itu bagus untuk evaluasi,” imbuhnya menutup pernyataan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para DEMI Chef yang lulus uji kompetensi mampu menjadi garda terdepan dalam menyajikan makanan berkualitas tinggi demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik.
AR81






