TABANAN,NUSANTARAMURNI.com– Eskalasi ketegangan internal yang menyelimuti tubuh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Tabanan mulai memasuki babak baru yang lebih persuasif. Menanggapi polemik berkepanjangan antara jajaran pengurus lama dan kepengurusan baru, Ketua Umum IPHI Tabanan, H. Anwar Haryono, SE., MM., mengambil langkah diplomasi terbuka untuk mendinginkan tensi organisasi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Warung Masakan Padang Selera Sakinah, Tabanan, Kamis (26/02/2026) sore, H. Anwar yang didampingi Sekretaris Umum, H. Abdul Aziz, memberikan klarifikasi resmi sekaligus seruan perdamaian bagi seluruh anggota.
Di hadapan awak media, H. Anwar Haryono menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya saat ini telah memiliki landasan hukum yang absolut. Ia menekankan bahwa perdebatan mengenai keabsahan struktur organisasi seharusnya sudah menemui titik terang melalui dokumen legal yang diterbitkan oleh otoritas pusat dan daerah.
“Kami mengimbau untuk tidak lagi memperpanjang konflik ini dengan pengurus lama. Secara konstitusi organisasi, kami telah memegang legalitas resmi, baik dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) maupun surat keterangan terdaftar dari Kesbangpol Tabanan,” ujar H. Anwar dengan nada tenang namun tegas.
Pernyataan tersebut secara implisit menegaskan bahwa fokus IPHI Tabanan saat ini seharusnya beralih dari perdebatan administratif menuju implementasi program kerja yang bermanfaat bagi umat.
Ketua Umum IPHI Tabanan, H. Anwar Haryono, SE., MM., kanan bersama Sekretaris Umum IPHI Tabanan, H. Abdul Aziz.
Senada dengan sang Ketua Umum, Sekretaris Umum IPHI Tabanan, H. Abdul Aziz, menitikberatkan pada aspek moralitas dan marwah gelar haji dalam menyikapi friksi internal ini. Bagi Aziz, polemik yang berlarut-larut hanya akan mendistorsi citra positif para haji di mata masyarakat.
“Sebagai individu yang telah menunaikan ibadah haji, kita memikul tanggung jawab moral untuk menjadi teladan atau uswatun hasanah. Kita harus menjadi manusia yang baik dan mengedepankan ukhuwah,” tegas H. Abdul Aziz.
Ia menambahkan bahwa semangat perdamaian ini bukan sekadar upaya mempertahankan posisi, melainkan bentuk implementasi dari nilai-nilai kemabruran haji yang harus tercermin dalam perilaku berorganisasi.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini diharapkan menjadi momentum cooling down (pendinginan) bagi kedua belah pihak. Secara intelektual, dinamika dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar, namun jika tidak segera dimitigasi, hal tersebut berpotensi menghambat peran strategis IPHI dalam pembangunan sosial-keagamaan di Kabupaten Tabanan.
Dengan dikantonginya legitimasi dari Kesbangpol, pengurus baru di bawah kepemimpinan H. Anwar Haryono kini bersiap untuk mengakselerasi konsolidasi internal. Tantangan ke depan bagi IPHI Tabanan adalah bagaimana merangkul kembali seluruh elemen yang sempat terfragmentasi demi mewujudkan sinergi yang lebih solid.
AR81







