BUDUK,NUSANTARAMURNI.com-Semangat menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 di Desa Buduk kian membara. Sebagai bentuk nyata komitmen pelestarian tradisi, Pemerintah Desa Buduk menyerahkan bantuan 1.000 potong seragam ogoh-ogoh kepada 10 Sekaa Teruna (ST) yang tersebar di 10 banjar adat di wilayah tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Perbekel Buduk, I Ketut Wira Adi Atmaja, di Kantor Perbekel Buduk pada Kamis (27/2/2026). Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat soliditas generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas seni budaya.
Perbekel Buduk, yang akrab disapa Tut Balix, menegaskan bahwa pemuda adalah garda terdepan dalam menjaga warisan leluhur. Menurutnya, pembuatan ogoh-ogoh bukan sekadar aktivitas rutin tahunan, melainkan ajang pengasahan intelektualitas dan kerja sama tim.
“Kami sangat mengapresiasi kreativitas dan semangat para pemuda. Mereka adalah generasi penerus yang memiliki tanggung jawab besar menjaga warisan budaya kita di tengah arus modernisasi,” ujar Tut Balix.
Bantuan seragam ini merupakan agenda terencana yang menyasar seluruh kelompok pemuda di Desa Buduk dengan rincian sebagai berikut:
-Total Bantuan: 1.000 potong seragam.
-Distribusi: 100 potong per Sekaa Teruna (10 Banjar Adat).
-Sumber Dana: Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Buduk Tahun Anggaran 2026.
Tut Balix berharap bantuan ini dapat memicu motivasi para pemuda untuk tidak hanya fokus pada hasil akhir ogoh-ogoh, tetapi juga pada proses kolaborasi yang sehat dengan pemerintah desa.
Dukungan ini disambut hangat oleh perwakilan pemuda. Salah satu ketua sekaa teruna menyatakan bahwa perhatian dari pemerintah desa memberikan suntikan moral yang besar bagi mereka yang tengah sibuk merampungkan detail ogoh-ogoh di banjar masing-masing.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Perbekel. Bantuan ini sangat berarti bagi kami sebagai simbol identitas dan kekompakan saat pawai nanti,” ungkapnya.
Melalui momentum Nyepi 2026 ini, Pemdes Buduk berharap sinergi antara intelektual muda dan pemerintah terus terjaga demi kemajuan desa di berbagai lini, baik adat, seni, maupun sosial kemasyarakatan.
AR81







