Studi Tiru Batubulan ke Darmasaba, Mengukir Narasi Kesejahteraan Melalui ‘Sajjana Darma Racak’ dan Visi Desa Digital

DARMASABA,NUSANTARAMURNI.com– Audit komparatif kepemimpinan desa yang sarat makna terhelat di Aula Kantor Perbekel Darmasaba, Badung, pada Kamis (23/10/2025) pukul 10.00 Wita. Delegasi Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, melaksanakan kunjungan studi tiru ke Desa Darmasaba dengan mengusung tema holistik, “Menggali Warisan, Merangkai Inovasi, Menuju Darmasaba yang Sejahtera, Unggul, Religius, Berbudaya, dan Aman.”

Perbekel darmasaba
dari kiri ketua BPD Desa Batubulan, Perbekel Batubulan, Perbekel Desa Darmasaba, Ketua BPD Darmasaba, Perwakilan BNN Kab. badung

Acara prestisius ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, antara lain Perbekel Batubulan, Ketua dan Anggota BPD dari kedua desa, Sekretaris Desa Darmasaba, perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, serta staf Perbekel Darmasaba. Momen krusial ini menjadi platform untuk mendalami praktik tata kelola desa yang progresif dan berorientasi pada inovasi.

Perbekel Darmasaba, I.B. Surya Prabhawa Manuaba, S.H., M.H., NL.P, dalam sambutan pengantar yang lugas, memaparkan profil dan kekuatan fundamental desanya. Beliau menegaskan bahwa pilar utama kemajuan Darmasaba terletak pada inovasi desa, di mana “Sajjana Dharma Raksaka” menjadi mahakarya unggulan. Inovasi ini adalah sistem pendampingan hukum yang dirancang khusus untuk memfasilitasi akses keadilan dan perlindungan hukum bagi warga desa.

Perbekel Darmasaba, I.B. Surya Prabhawa Manuaba, S.H., M.H., NL.P
Perbekel Darmasaba, I.B. Surya Prabhawa Manuaba, S.H., M.H., NL.P

Menggambarkan peta potensi wilayahnya, Perbekel I.B. Surya Prabhawa Manuaba menyoroti Darmasaba sebagai kawasan sentral kuliner, pusat industri pengolahan daging, dan lokasi pasar tradisional yang vital. Dalam konteks ini, desa harus berperan aktif sebagai entitas pengaman, khususnya dalam aspek ‘aman pangan’, sebuah penegasan yang disampaikan dengan tegas.

Lebih lanjut, inisiatif kesehatan masyarakat juga menjadi fokus utama. Beliau menguraikan pengembangan sistem “Bajra”, sebuah program yang diinisiasi dengan visi ambisius untuk mewujudkan desa sehat bebas rabies. Perbekel juga menekankan imperatif percepatan pemberitaan kegiatan sebagai unsur wajib dalam mengamplifikasi capaian desa.

Perbekel Darmasaba, I.B. Surya Prabhawa Manuaba, S.H., M.H., NL.P

Isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, diangkat sebagai aset bernilai (value) bagi desa. Desa Darmasaba telah merancang inovasi bebas sampah yang memiliki potensi untuk direplikasi.

Pada sesi yang menyertai pertemuan ini, Desa Darmasaba menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan BNN Kabupaten Badung yang secara rutin menjadwalkan pelaksanaan tes urine bagi perangkat desa, sebuah praktik deteksi dini yang telah terinstitusionalisasi.

Perbekel I.B. Surya Prabhawa Manuaba merangkum filosofi inovasi dengan adagium, “Prinsip inovasi berdasarkan pada masalah yang kita hadapi, potensi yang harus kita kembangkan.”

Menanggapi presentasi yang inspiratif tersebut, Perbekel Batubulan, Dewa Gede Sumertha, S.H., M.H., yang menjabat selama dua periode, menyampaikan apresiasi mendalam atas rangkaian inovasi Desa Darmasaba. Beliau secara eksplisit menyatakan bahwa model inovasi Darmasaba layak untuk ditiru dan diimplementasikan demi akselerasi perkembangan di Desa Batubulan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pembagian ilmunya sehingga bisa kami implementasikan di desa Batubulan,” ujar Dewa Gede Sumertha.

Pertemuan strategis ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, membuka ruang bagi kedua belah pihak untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman (sharing) terkait inovasi-inovasi yang telah dikembangkan di masing-masing desa. Dialog ini menegaskan semangat kolaborasi antar-desa dalam upaya mencapai kemandirian dan kesejahteraan komunal yang berkelanjutan.

 

 

AR81