BALI,NUSANTARAMURNI.com – Diskusi hangat mengenai masa depan ekonomi kerakyatan kembali bergulir dalam sesi podcast terbaru yang diproduksi oleh Nusantara Murni. Menghadirkan akademisi kenamaan, Assoc. Profesor I Nyoman Tingkes, M.M., dialog kali ini mengupas tuntas urgensi “Sensitivitas Pasar” sebagai fondasi kebijakan pemerintah.
Acara yang berlangsung pada Sabtu pagi (24/01) di Makoe Bali ini dipandu langsung oleh Pemimpin Redaksi Nusantara Murni, Mujiardi Santoso, atau yang akrab disapa Ardi.
Dalam pemaparannya, Nyoman Tingkes menekankan bahwa indikator pasar yang sehat adalah pasar yang memiliki tingkat sensitivitas yang terjaga. Menurutnya, pemerintah tidak boleh mengambil kebijakan hanya berdasarkan intuisi, melainkan harus berbasis pada data kuantitatif yang akurat.
“Kebijakan untuk menjaga sensitivitas pasar yang sehat harus berpatokan pada rasio perubahan jumlah barang yang diminta terhadap persentase perubahan harga,” ujar Nyoman Tingkes.
Lebih lanjut, Nyoman Tingkes menyoroti tantangan besar dalam birokrasi saat ini, yakni keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dalam membaca dinamika pasar. Ia mengusulkan agar pemerintah mulai serius menyiapkan tenaga ahli khusus.
“Pemerintah perlu menyiapkan SDM kompeten sebagai Analis Sensitivitas Pasar. Ini harus terstruktur mulai dari level Pemerintah Desa, Kabupaten, Provinsi, hingga ke tingkat Pusat,” tegasnya. Menurutnya, kehadiran analis di tingkat desa akan membantu menjaga stabilitas harga komoditas lokal sebelum gejolak ekonomi meluas ke tingkat nasional.
Di akhir sesi, Mujiardi Santoso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemirsa setia kanal YouTube Nusantara Murni serta para mitra strategis yang mendukung jalannya acara.
“Kami berterima kasih kepada PT CSBI dan Makoe Bali yang telah memfasilitasi ruang diskusi ini. Harapan kami, topik-topik bernas seperti ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi referensi edukatif bagi masyarakat luas,” pungkas Ardi.
Diskusi ini diharapkan menjadi pemantik bagi pengambil kebijakan untuk lebih memperhatikan aspek teknis ekonomi dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.
AR81







