Bali,NUSANTARAMURNI.com- Suasana sakral bercampur kegembiraan menyelimuti kawasan Pantai Batu Bolong dan Danau Bratan pada Minggu (11/05/2025) lalu. Rangkaian kegiatan keagamaan Nyegra Gunung, yang diyakini memiliki makna mendalam dalam menyucikan alam semesta dan memohon kesejahteraan, mencapai puncaknya. Lebih istimewa lagi, acara ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahun ke-52 bagi tokoh masyarakat terkemuka, Tuaji Ida Bagus Made Wirama.
Rangkaian Nyegra Gunung ini diawali dengan prosesi spiritual di Pantai Batu Bolong. Para peserta dengan khidmat mengikuti setiap tahapan upacara, larut dalam doa dan harapan untuk harmoni alam semesta. Energi positif terasa kuat saat rombongan bergerak menuju Danau Bratan dan Secret Garden, membawa serta aura kesucian dari pesisir pantai.
Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan adalah upacara penyineban di Danau Bratan. Upacara ini menandai berakhirnya serangkaian Karya Mamungkah Ngeteg Linggih, Padudusan Agung lan Tawur Agung Balik Sumpah di Pura Dalem Kediri, Kelurahan Sading, yang telah berlangsung sejak 14 Maret 2025. Kehadiran para tokoh agama dan masyarakat setempat semakin menambah kekhusyukan acara. Rangkaian upacara yang panjang ini sendiri bertujuan mulia, yakni menjaga keseimbangan alam dan spiritual di Pulau Dewata.
Sebelumnya, berbagai upacara penting juga telah dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian karya agung ini. Di antaranya adalah nganyaran genah di Pura Dalem Kediri yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Putra Cau dari Griya Munggu Ayunan. Selain itu, dilaksanakan pula upacara ngebek, makebat daun, nangun Ayu, nyenuk, dan Rsi Bojana. Kegiatan dilanjutkan dengan Nuwek Bagio Pulekerti dan Medem Bagio Pulekerti yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Batulumbang.
Pelaksanaan Nyegra Gunung dan seluruh rangkaian karya di Pura Dalem Kediri ini bukan hanya bertujuan untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Kesuksesan acara ini juga menjadi cerminan dari semangat ngayah (kerja gotong royong) dan rasa syukur yang mendalam dari seluruh panitia.
Ketua Panitia,I Nengah Sutarman dalam keterangannya, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia mengakui bahwa perencanaan kegiatan ini terbilang singkat dan melibatkan jumlah pengayah (relawan) yang terbatas. Tantangan semakin besar karena pelaksanaannya bersamaan dengan serangkaian hari raya besar seperti Nyepi, Galungan, dan Kuningan.
“Semangat dan dedikasi para pengayah sungguh luar biasa. Meskipun dengan segala keterbatasan, mereka mampu bergerak bersama dan menuntaskan karya yang utama ini,” ujarnya dengan nada bangga. “Karya Mamungkah Ngeteg Linggih, Padudusan Agung lan Tawur Agung Balik Sumpah ini adalah karya terbesar dan pertama kali dilaksanakan di Pura Dalem Kediri.”
Perayaan ulang tahun ke-52 Tuaji Ida Bagus Made Wirama di tengah semarak Nyegra Gunung ini menambah kebahagiaan dan keberkahan acara. Kehadiran beliau menjadi simbol persatuan dan semangat gotong royong masyarakat Bali dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur.
Rangkaian Nyegra Gunung dan perayaan ulang tahun ini diharapkan dapat membawa energi positif dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bali, sekaligus mempererat tali persaudaraan dan gotong royong antar sesama. Semangat ngayah yang membara menjadi bukti nyata kekuatan kebersamaan dalam melestarikan adat dan budaya Bali yang adiluhung.
AR81








