Perkuat Akar Budaya, Pemerintah Desa Buduk Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Adat dan Keagamaan

BUDUK,NUSANTARAMURNI.com– Sebagai upaya nyata dalam melestarikan nilai-nilai tradisi serta meningkatkan kualitas pembinaan kemasyarakatan, Pemerintah Desa Buduk menyelenggarakan rangkaian kegiatan strategis yang dipusatkan di Balai Desa Buduk, Kamis (22/01/2026). Acara ini mencakup sosialisasi pembinaan kemasyarakatan, penyerahan bantuan barang kepada kelompok masyarakat, serta pembinaan intensif di sub-bidang adat, kebudayaan, dan keagamaan.

Hadir memimpin langsung jalannya kegiatan, Perbekel Desa Buduk, I Ketut Wira Atmaja, didampingi oleh jajaran perangkat desa, tokoh adat, serta perwakilan dari berbagai kelompok keagamaan dan seni yang ada di wilayah Desa Buduk.

I Ketut Wira Atmaja

Dalam sambutannya, I Ketut Wira Atmaja menekankan bahwa pembangunan di Desa Buduk tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga harus menyentuh aspek spiritual dan kebudayaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

“Pemerintah Desa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa adat, kebudayaan, dan kegiatan keagamaan tetap eksis di tengah arus modernisasi. Sosialisasi dan pembinaan ini bertujuan agar krama (warga) memiliki pemahaman yang selaras dalam menjalankan swadharma (kewajiban) di masyarakat,” ujar Wira Atmaja di hadapan para peserta.

Beliau menambahkan bahwa penguatan sub-bidang adat dan budaya merupakan langkah preventif dalam menjaga harmoni sosial. Melalui pembinaan yang terstruktur, diharapkan generasi muda Desa Buduk tetap memiliki keterikatan kuat dengan warisan leluhur mereka.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan bantuan barang secara simbolis kepada sejumlah kelompok masyarakat. Bantuan yang diserahkan terdiri dari berbagai sarana penunjang kegiatan adat dan keagamaan yang sebelumnya telah diusulkan melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes).

Adapun bantuan tersebut mencakup alat-alat kesenian, perlengkapan upacara, serta sarana pendukung lainnya yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi kelompok masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan rutin di banjar maupun pura.

“Bantuan barang ini bukan sekadar pemberian cuma-cuma, melainkan stimulan agar kreativitas seni dan semangat gotong royong di tiap-tiap banjar semakin meningkat. Kami ingin fasilitas ini dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegas Perbekel yang dikenal dekat dengan masyarakat ini.

Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan desa untuk mengevaluasi program-program kebudayaan yang telah berjalan. Dalam sesi pembinaan lain-lain, para peserta mendapatkan materi terkait manajemen organisasi adat dan tata kelola bantuan pemerintah agar transparan dan akuntabel.

I Ketut Wira Atmaja

Masyarakat yang hadir menyambut positif inisiatif ini. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan bahwa perhatian pemerintah desa terhadap urusan niskala (spiritual) dan budaya sangat membantu menjaga kekompakan warga di tingkat bawah.

Dengan terlaksananya sosialisasi dan penyerahan bantuan ini, Desa Buduk kembali mempertegas posisinya sebagai desa yang mandiri secara ekonomi namun tetap teguh memegang prinsip Tri Hita Karana.

 

AR81