MENGWI,NUSANTARAMURNI.com– Dalam upaya mempererat tali persaudaraan dan menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk, Pemerintah Desa Mengwi sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama pada Minggu (11/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Perbekel Mengwi, Bendesa atau Kelian Desa Adat Mengwi, Sekretariat BPD Mengwi, Kasi Kesra, serta seluruh Kelian Adat dan Kelian Dinas se-Desa Mengwi. Kehadiran para pemimpin lokal ini menegaskan komitmen kolektif dalam menjaga semangat toleransi di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, I Nyoman Suwarjana, SE Perbekel Mengwi menekankan bahwa kerukunan umat beragama adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis. Menurutnya, tanpa adanya rasa saling menghargai, pembangunan desa tidak akan berjalan dengan optimal.
“Penting bagi kita semua untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi. Ini bukan sekadar tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan Desa Mengwi tetap menjadi tempat yang nyaman bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang keyakinannya,” ujar Perbekel Mengwi.
Selain menjadi ajang silaturahmi, sosialisasi ini secara khusus membahas langkah-langkah konkret dalam menghormati perbedaan agama dan budaya. Beberapa poin utama yang menjadi fokus diskusi meliputi:
-Edukasi Masyarakat: Meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya sikap moderasi beragama.
-Dialog Antar-Tokoh: Memperkuat komunikasi antara Kelian Adat dan Kelian Dinas untuk mendeteksi dini potensi konflik sosial.
-Pelestarian Budaya: Menjadikan perbedaan budaya sebagai kekayaan desa, bukan pemecah belah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Mengwi menaruh harapan besar agar semangat yang dibangun hari ini dapat berlanjut secara konsisten. Targetnya, Desa Mengwi diharapkan mampu menjadi role model atau desa percontohan bagi desa-desa lainnya di Bali, bahkan di tingkat nasional, dalam hal pengelolaan keberagaman dan moderasi beragama.
Dengan berakhirnya acara ini, seluruh jajaran perangkat desa berkomitmen untuk terus mensosialisasikan nilai-nilai toleransi hingga ke tingkat banjar, demi mewujudkan masyarakat yang bersatu dalam bingkai keberagaman.
AR81







