BADUNG,NUSANTARAMURNIcom– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Badung menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) dalam rangka pembentukan kepengurusan baru periode 2026–2030. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Sekretariat DPRD Badung, Selasa (5/5/2026).
Pelaksanaan Muscab ini menjadi agenda penting organisasi menyusul berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya periode 2018–2023. Forum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan serta merumuskan langkah strategis ke depan.
Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Made Sudira, hadir dalam kegiatan tersebut mewakili Ketua DPRD Badung. Kehadirannya didampingi oleh Anggota DPRD Badung I Wayan Sugita Putra sebagai bentuk dukungan legislatif terhadap eksistensi dan peran organisasi nelayan di daerah.
Dalam penyampaiannya, I Made Sudira menegaskan bahwa HNSI memiliki posisi penting sebagai wadah aspirasi para nelayan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor kelautan dan perikanan. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara HNSI dengan pemerintah daerah agar setiap program yang dijalankan dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan nelayan.
Menurutnya, Muscab tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang strategis untuk melakukan pembenahan organisasi melalui evaluasi menyeluruh serta penyusunan program kerja yang lebih terarah.
“Muscab ini menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus merancang kebijakan yang lebih berpihak kepada nelayan. DPRD tentu akan terus mendukung langkah-langkah positif HNSI,” ungkapnya.
Selain sebagai forum evaluasi, Muscab juga menjadi ajang demokrasi internal untuk memilih kepengurusan baru. Diharapkan, kepengurusan yang terpilih mampu menghadirkan inovasi serta meningkatkan kinerja organisasi dalam menjawab kebutuhan nelayan yang semakin kompleks.
Panitia pelaksana menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga mempererat hubungan antara nelayan dengan pemerintah daerah, termasuk DPRD Kabupaten Badung. Sinergi yang terjalin dinilai penting dalam mendorong pembangunan sektor kelautan berbasis ekonomi kerakyatan.
Dalam Muscab tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, seperti kemudahan akses permodalan bagi nelayan, perlindungan terhadap nelayan tradisional, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perikanan.
Melalui pelaksanaan Muscab ini, HNSI Kabupaten Badung diharapkan mampu tampil lebih solid, profesional, dan adaptif dalam menghadapi dinamika sektor kelautan di masa mendatang, serta terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.






