BADUNG,NusantaraMurni.com‘-Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Graha Wicaksana, memimpin langsung rapat kerja pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Gosana II Lantai 2 Kantor DPRD Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Mangupura, pada Kamis (6/11/2025).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah mitra kerja dari perangkat daerah, di antaranya Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Badung, Dinas P2KBP3A Kabupaten Badung, serta Dinas Sosial Kabupaten Badung.
Masing-masing dinas diminta menyampaikan data kegiatan tahun 2026 beserta rencana kerja yang selaras dengan prioritas pembangunan sosial dan kebudayaan di Kabupaten Badung.
Dalam pembahasan, Graha Wicaksana yang akrab disapa Wicak menyoroti pentingnya peralihan fungsi “taman anak” menjadi “taman bermain” yang lebih inklusif dan ramah anak. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan Badung sebagai kabupaten layak anak.
“Perubahan ini bukan sekadar mengganti nama taman, tapi menata ulang fungsi dan desainnya agar sesuai kebutuhan anak-anak masa kini. Mulai dari keamanan, area edukasi, hingga akses ramah difabel, semuanya harus diperhatikan,” ujar Wicak.
Menurutnya, taman anak selama ini lebih banyak berfungsi sebagai area pasif, sedangkan taman bermain harus menjadi ruang aktif yang mendorong kreativitas, interaksi sosial, dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Ia menambahkan, meskipun pelaksanaan fisik revitalisasi taman belum dapat terealisasi sepenuhnya pada 2026, tahap perencanaan dan penganggaran harus dimulai tahun depan agar arah pembangunan lebih terukur.
Libatkan UMKM Lokal dalam Konsep Taman Bermain
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi IV juga memberikan catatan khusus kepada Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan agar bersinergi dengan DPRD dalam merancang konsep taman bermain yang melibatkan pelaku UMKM lokal, baik dalam penyediaan sarana bermain maupun material pendukung lainnya.
“Dengan menggandeng UMKM, program ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat Badung,” tegasnya.
Rapat berlangsung interaktif dengan berbagai paparan dari masing-masing OPD mengenai capaian tahun berjalan, kendala lapangan, serta usulan kegiatan baru. Sejumlah dinas mengusulkan agar pembangunan taman bermain diprioritaskan di wilayah padat penduduk dan kawasan pesisir, mengingat jumlah anak yang cukup tinggi di daerah tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Badung berencana melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau kondisi taman anak yang sudah ada sekaligus menilai kebutuhan revitalisasi di tiap wilayah.
Wicak menutup rapat dengan penegasan agar seluruh OPD segera menyerahkan data detail serta estimasi anggaran sebelum rapat pembahasan lanjutan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).





