BADUNG,NUSANTARAMURNI.com– Teka-teki mengenai penyebab ledakan hebat yang menghancurkan trotoar di depan SPBU 54.803.30, Desa Darmasaba, hingga kini masih menjadi tanda tanya besar. Pihak kepolisian mengaku masih melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap pemicu pasti insiden yang mengejutkan warga setempat tersebut.
Guna mencari titik terang, awak media Nusantara Murni melakukan konfirmasi langsung kepada AKP Azarul Ahmad, S.Tr.K.,S.I.K.M.H Kasat Reskrim Polres Badung pada Kamis (30/04/2026). Ditemui di area lobby Mapolres Badung, Kasat Reskrim memberikan keterangan singkat terkait perkembangan penanganan kasus di lapangan.
trotoar yang terdampak ledakan
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan penyebab ledakan yang berdampak signifikan pada fasilitas umum di depan SPBU tersebut, pihak Satreskrim menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan prematur.
“Kami belum bisa menjawab (penyebab pastinya) karena saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam,” tegas Kasat Reskrim di hadapan media.
Hingga berita ini diturunkan, area di sekitar trotoar SPBU Darmasaba masih dipantau guna memastikan keamanan warga dan kelancaran arus lalu lintas. Beberapa langkah yang tengah diambil kepolisian meliputi:
-Olah TKP: Pengumpulan serpihan material dan pemeriksaan struktur tanah di lokasi ledakan.
-Pemeriksaan Saksi: Meminta keterangan dari petugas SPBU maupun warga yang berada di lokasi saat kejadian.
Ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu tersebut tidak hanya merusak estetika jalan, tetapi juga memicu kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan instalasi bawah tanah di area padat aktivitas. Meski trotoar mengalami kerusakan cukup parah, operasional SPBU dikabarkan tetap mengikuti instruksi keamanan dari pihak berwenang selama masa investigasi.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi liar di media sosial hingga hasil resmi dari Labfor (Laboratorium Forensik) keluar. Polres Badung berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan secara transparan setelah seluruh data lapangan terkumpul dan terverifikasi secara akurat.
AR81






