Perkuat Benteng Generasi Muda, SMP Muhammadiyah 2 Denpasar Gelar Sosialisasi P4GN Bersama Kodim

DENPASAR,NUSANTARAMURNI.com-27 April 2026 – Dalam upaya konkret membentengi generasi muda dari ancaman laten narkotika, SMP Muhammadiyah 2 Denpasar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). Kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari jeratan barang haram.

Bertempat di aula sekolah, acara ini diikuti oleh 50 siswa yang dipilih sebagai perwakilan pelajar untuk menjadi garda terdepan dalam kampanye antinarkoba di lingkungan sekolah. Kolaborasi ini melibatkan narasumber ahli dari tim P4GN serta perwakilan dari Komando Distrik Militer (Kodim), yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai bahaya nyata narkotika bagi masa depan remaja.

Kesbangpol denpasar

Sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan psikologis siswa. Tim narasumber memaparkan secara gamblang dampak negatif penyalahgunaan narkotika, mulai dari kerusakan fisik dan mental hingga konsekuensi hukum yang dapat merenggut masa depan seorang pelajar.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman yang mendalam bahwa narkoba bukan hanya soal kesehatan, tetapi soal keberlangsungan hidup dan masa depan bangsa. Pelajar harus memiliki ‘kekebalan’ mental untuk menolak tawaran dalam bentuk apa pun,” ujar salah satu perwakilan narasumber di sela-sela kegiatan.

Dalam paparannya, perwakilan dari Kodim menekankan pentingnya kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dalam menjaga diri sendiri dan lingkungan sekitar. Mereka mengingatkan bahwa narkoba seringkali masuk melalui pergaulan bebas yang tampak tidak berbahaya, sehingga kewaspadaan siswa harus terus diasah.

Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah penekanan pada peran siswa sebagai agen perubahan (agent of change). Sebanyak 50 siswa yang hadir dibekali dengan cara-cara untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, termasuk bagaimana cara bersikap tegas dan berani melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan mereka.

Diskusi interaktif yang terbangun selama sesi sosialisasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Para siswa tidak hanya menyimak, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, membahas skenario nyata yang mungkin terjadi di kehidupan sehari-hari dan bagaimana cara menyikapinya dengan bijak.

Pihak SMP Muhammadiyah 2 Denpasar berharap bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni satu kali selesai, melainkan menjadi pemantik semangat jangka panjang bagi seluruh warga sekolah. Komitmen bersama untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika diharapkan dapat terinternalisasi dalam budaya sekolah.

Dengan menumbuhkan kesadaran, keberanian, dan komitmen yang kuat sejak dini, para siswa diharapkan mampu menjadi benteng bagi diri mereka sendiri dan teman sebayanya. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan yang tidak hanya mencetak insan cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki integritas moral yang tinggi.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan ikrar bersama para siswa untuk menjauhi narkoba dan siap menjadi pelopor dalam gerakan antinarkotika. Langkah SMP Muhammadiyah 2 Denpasar ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya di Denpasar dalam upaya kolektif memutus rantai penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi Z.

AR81