Malang, NUSANTARAMURNI.com– Mahasiswa KKN Ganjil 2025/2026 Kelompok 25 Universitas Merdeka (UNMER) Malang menghadirkan inovasi pertanian rumahan melalui program dan sosialisasi hidroponik di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Desa Mendalanwangi memiliki luas wilayah 358,4 hektar dan terdiri dari tujuh dusun, yakni Santren, Tenggulunan, Sekar Putih, Mendalan Wetan, Suko Anyar, Mendalan Kulon, dan Darungan. Dengan jumlah penduduk sekitar 7.558 jiwa, mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani, meskipun sebagian besar juga bekerja di pabrik-pabrik sekitar wilayah tersebut.
Kesibukan warga sebagai pekerja pabrik menyebabkan minimnya waktu untuk mengelola pertanian secara tradisional. Di sisi lain, tingkat pengangguran usia kerja tercatat mencapai 7,32 persen atau sekitar 270 orang dari total 3.690 angkatan kerja. Tantangan kesehatan seperti infeksi pernapasan, malaria, serta kasus cacat fisik maupun mental juga menjadi perhatian akibat faktor lingkungan.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama masyarakat, khususnya di Dusun Mendalan Kulon, ditemukan permasalahan berupa keterbatasan lahan pekarangan rumah. Meski demikian, warga memiliki keinginan kuat untuk tetap bercocok tanam guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
(Tampak mahasiswa KKN Ganjil 2025/2026 UNMER Malang Kelompok 25 saat melaksanakan sosialisasi program hidroponik bersama masyarakat Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.)
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Ganjil 2025/2026 UNMER Malang Kelompok 25 menggagas program Inovasi Pertanian melalui Program dan Sosialisasi Hidroponik. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam bercocok tanam secara modern, sekaligus mendorong pola hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pelaksanaan program dilakukan melalui pembuatan instalasi hidroponik sederhana serta praktik langsung penanaman sayuran sebagai contoh penerapan di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga memberikan sosialisasi kepada warga mengenai teknik dasar hidroponik, perawatan tanaman, pemilihan bibit, hingga potensi ekonomi dari hasil panen.
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, mendapat respons positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias mengikuti pemaparan materi serta praktik penanaman, terutama dalam memahami cara menanam dan merawat tanaman hidroponik secara mandiri.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Mendalanwangi mampu memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sayur, serta membuka peluang usaha tambahan berbasis pertanian modern.
Nania Eka Irwanda






