BADUNG,NUSANTARAMURNI.com – Semesta melepas salah satu saksi bisu sekaligus aktor intelektual lapangan dalam sejarah panjang kemerdekaan Republik Indonesia. Telah berpulang ke hadapan Yang Maha Kuasa, Ni Wayan Ranta, pada usia 103 tahun. Tokoh veteran yang melintasi berbagai dinamika zaman ini mengembuskan napas terakhirnya tepat pada momentum pergantian tahun, 1 Januari 2026, pukul 13.00 WITA.
Almarhumah bukan sekadar figur yang melintasi usia satu abad, melainkan representasi dari keteguhan ideologi bangsa. Sebagai Veteran Perjuangan periode 1945-1948, Ni Wayan Ranta merupakan bagian dari genealogi pejuang yang mempertahankan kedaulatan di masa transisi krusial pasca-proklamasi. Kepergian beliau menandai hilangnya salah satu narasumber primer dari heroisme lokal yang berkontribusi pada fondasi kebangsaan.
Nilai-nilai integritas dan dedikasi yang ditanamkan Almarhumah terefleksi nyata pada garis keturunan beliau. Beliau merupakan ibunda dari tokoh akademisi dan praktisi terkemuka, Assoc. Prof. Dr. Drs. I Nyoman Tingkes, M.M.

Keberhasilan Almarhumah dalam mendidik putra-putrinya terbukti dari kiprah strategis Prof. Nyoman Tingkes dalam struktur pemerintahan dan organisasi, di antaranya:
Tenaga Ahli DPRD Kabupaten Badung (Tahun 2025): Memberikan kontribusi pemikiran substantif bagi regulasi daerah.
Penasehat DPW Pena Nusantara Bersatu Provinsi Bali (2025-2029): Menjadi pilar moral dan intelektual dalam wadah pergerakan kebangsaan.
Kepergian Ni Wayan Ranta meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar serta masyarakat Bali yang menghargai nilai sejarah. Di balik usia senjanya, beliau meninggalkan legasi berupa semangat pengabdian yang tidak lekang oleh waktu. Segenap kolega dan instansi terkait, termasuk lingkungan DPRD Badung dan DPW Pena Nusantara Bersatu, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kepulangan sang patriot.
“Seorang pejuang tidak pernah benar-benar pergi; ia hanya beristirahat dari tugas duniawinya, meninggalkan jejak nilai yang akan terus bersemi pada generasi penerus.”
AR81






