Legislator Badung Kawal Aksi “Jimbaran Metangi”, Isu Kipem Mengemuka Lagi

BADUNG,NusantaraMurni.com-Aksi solidaritas “Jimbaran Metangi” yang digelar di Kantor Polsek Kuta Selatan pada Selasa (2/12/2025) mendapat perhatian langsung dua Anggota DPRD Badung, I Made Sudira dan I Made Tomy Martana Putra. Kehadiran keduanya bertujuan mengawal jalannya aksi sekaligus memberi dukungan moral kepada dua warga yang tengah diperiksa terkait kasus pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu (29/11/2025).

Meski kasus tersebut telah ditempuh melalui jalur mediasi dan berujung damai, kedua legislator menilai insiden itu harus menjadi refleksi bersama. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama di Badung yang sangat bergantung pada stabilitas keamanan untuk mendukung sektor pariwisata.

Di sela aksi, keduanya sepakat mendorong agar persoalan ini dibahas dalam rapat DPRD Badung. Bahkan, mereka membuka peluang untuk kembali mengangkat aspirasi masyarakat terkait reaktivasi Kartu Identitas Penduduk Musiman (Kipem).

“Ini menjadi momentum bagaimana Bali ke depan. Karena sedikit saja ada keributan, dampaknya langsung terasa pada pariwisata. Sebagai wakil masyarakat, ini menjadi konsentrasi penuh bagi kita,” ungkap I Made Sudira.

Sudira menyebut peristiwa keributan yang melibatkan oknum penduduk pendatang bukan hal baru. Ia menilai kolaborasi aparat, tokoh masyarakat, dan warga pendatang sangat penting agar semua pihak memahami tatanan serta adat Bali yang wajib dihormati.

“Peristiwa seperti ini terus berulang. Mari kita duduk bersama agar warga pendatang memahami adat budaya kita. Tujuan kita sama-sama cari makan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi munculnya ketidakpercayaan terhadap pendatang apabila persoalan semacam ini tidak ditangani dengan baik. Sebagai wakil rakyat, ia memastikan akan membawa persoalan tersebut ke DPRD Badung untuk mendorong lahirnya langkah-langkah konkret menjaga keamanan wilayah.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Badung, I Made Tomy Martana Putra, menilai aksi “Jimbaran Metangi” merupakan bentuk spontanitas masyarakat atas akumulasi persoalan yang melibatkan oknum pendatang.

“Ini keresahan bersama, bukan hanya di Jimbaran. Kita daerah pariwisata. Kalau dibiarkan, wisatawan pun bisa berpikir ulang untuk datang ke Bali, khususnya Badung,” tegasnya.

Tomy juga mengakui aspirasi masyarakat untuk kembali menerapkan pola Kipem semakin menguat. Ia memastikan isu tersebut akan dibawa ke DPRD Badung untuk dibahas lebih lanjut.

“Kita akan bawa masalah ini ke dewan. Kita akan bahas di sana,” tandasnya.

Aksi “Jimbaran Metangi” pun menjadi penanda meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan wilayah, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pendatang demi menciptakan Bali yang lebih aman dan harmonis.