Abiansemal,NUSANTARAMURNI.com- Dalam upaya progresif mewujudkan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Badung untuk menggapai pariwisata yang berkualitas, Desa Bongkasa, sebagai salah satu pilar destinasi wisata di Abiansemal, secara strategis melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terpadu.
Inisiatif ini tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas pengamanan dan kebersihan, melalui pelatihan Linmas dan tenaga kebersihan, tetapi juga menegaskan sinergi krusial antara sektor pariwisata dan antisipasi kebencanaan.
Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, S.Sos.Bagus, menekankan bahwa investasi pada sumber daya manusia, khususnya Linmas dan tim kebersihan, adalah langkah presisi yang menopang fondasi pariwisata berkualitas. “Faktor utama kenyamanan wisatawan adalah kebersihan, yang pada gilirannya akan menjamin betahnya pengunjung,” ujar Camat. Filosofi pengembangan pariwisata di Abiansemal pun diperkuat melalui konsep yang disebutnya sebagai “Doa, Dana, Orang, dan Alat”, yang secara implisit menegaskan perlunya dukungan holistik dari aspek spiritual, finansial, sumber daya manusia, dan infrastruktur untuk menciptakan kenyamanan optimal.

Aspek kebersihan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, menjadi sorotan utama. Camat Abiansemal memaparkan bahwa dari 15 desa yang ada di Abiansemal, masih terdapat tantangan signifikan, namun tiga desa telah menunjukkan keberhasilan, dengan Desa Darmasaba menjadi contoh praktik terbaik dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Momentum ini diharapkan menjadi katalis bagi desa-desa lainnya untuk segera menyusul, demi citra kawasan wisata yang ideal.
Dalam konteks tata kelola pemerintahan, Camat Abiansemal menegaskan prinsip bahwa setiap langkah pengembangan, baik di sektor kebersihan, keamanan, maupun ketertiban umum, harus senantiasa berpijak pada regulasi dan peraturan yang berlaku. Hal ini mencerminkan komitmen terhadap tata kelola yang akuntabel dan berbasis hukum.

Sementara itu, I Made Sukarada, S. Pd. SD Perbekel Bongkasa menyoroti dimensi penting lainnya, yaitu kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Beliau menggarisbawahi urgensi Bimtek yang bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD). Keterlibatan Linmas dalam Bimtek ini, di samping fokus pada ketertiban, menjadi vital dalam membangun daya tanggap dan mitigasi bencana di tingkat desa.
“Menjadikan Desa Bongkasa sebagai destinasi yang aman, bersih, dan nyaman adalah janji dan tujuan kami,” tutup Perbekel Bongkasa, menegaskan bahwa pelatihan multidimensi ini merupakan pilar strategis dalam mewujudkan ekosistem pariwisata yang tidak hanya memikat, tetapi juga resilien dan terjamin keamanannya bagi setiap pengunjung.
AR81






