Kajari Badung Gelar Pengajian Spesial Maulid, Tegaskan Pentingnya Akhlakul Karimah dalam Kebhinekaan

Badung,NUSANTARAMURNI.com-(16/10/2025) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung, Sutrisno Mardi Utomo, S.H., M.H., kembali memimpin kegiatan rutin bulanan yang memancarkan nuansa spiritual dan keakraban. Pada hari Kamis malam, 16 Oktober 2025, Aula Kejaksaan Negeri Badung menjadi saksi digelarnya pengajian bulanan edisi khusus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini mengambil tema sentral, “Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW: Meneladani Akhlak Mulia dalam Kehidupan Berbangsa.”

Sutrisno Mardi Utomo

Acara keagamaan yang dihadiri oleh jajaran pegawai dan staf Kejaksaan serta jamaah dari berbagai kalangan ini menjadi momentum refleksi kolektif mengenai esensi ajaran Rasulullah SAW.

Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Kajari Badung Sutrisno Mardi Utomo mengungkapkan rasa syukur yang mendalam ke hadirat Allah SWT atas limpahan berkah taufiq dan hidayah-Nya. Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bershalawat kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, seraya berharap akan mendapatkan syafaat di hari akhir kelak.

Sutrisno Mardi Utomo

Poin penting dari sambutan Kajari adalah penekanan pada semangat toleransi dan kebersamaan di lingkungan Kejaksaan Badung. Secara eksplisit, beliau menyampaikan apresiasi tinggi kepada kolega dan rekan-rekan yang beragama Hindu.

“Saya merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang beragama Hindu atas dukungan dan support serta keterlibatan langsung untuk membantu penyelenggaraan pengajian bulanan rutin ini. Ini adalah wujud nyata dari berdampingan secara rukun dan harmonis,” tegas Kajari Sutrisno, memberikan penekanan kuat pada nilai-nilai kebhinekaan yang dijunjung tinggi di institusinya.

Inti dari ceramah agama atau tausiah yang disampaikan oleh penceramah terkemuka, K.H. Arif Khunaeni, S.Ag., berfokus pada urgensi Akhlakul Karimah atau budi pekerti yang mulia sebagai landasan fundamental dalam menjalani kehidupan.

 

K.H. Arif Khunaeni menggarisbawahi bahwa implementasi budi pekerti yang mulia tidak hanya terbatas pada dimensi spiritual, namun mencakup spektrum hubungan yang luas:

Hubungan dengan Allah SWT (vertikal): Ketaatan dan ketakwaan.

Hubungan dengan Manusia (horizontal): Etika sosial, persaudaraan, dan toleransi.

Hubungan dengan Pemerintah dan Alam: Tanggung jawab warga negara yang baik, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Budi pekerti yang mulia adalah cerminan ajaran Nabi Muhammad SAW. Dengan mengutamakan Akhlakul Karimah dalam setiap interaksi, kita dapat membangun tatanan masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera,” papar beliau dalam tausiahnya.

Acara spiritual ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K.H. Saprudin Wachid, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh jajaran Kejaksaan Badung dan masyarakat.

Sutrisno Mardi Utomo

Sebagai penutup yang interaktif, digelar sesi kuis oleh K.H. Saprudin Wachid. Kuis tersebut bertujuan menguji pemahaman jamaah terhadap substansi tausiah yang telah disampaikan. Kajari Badung Sutrisno Mardi Utomo turut memeriahkan suasana dengan menyediakan 10 amplop door prize bagi para jamaah yang mampu menjawab pertanyaan kuis dengan benar. Inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai metode efektif untuk memastikan pesan-pesan moral dan spiritual dari pengajian dapat terserap dengan baik oleh seluruh peserta.

Kegiatan ini secara keseluruhan menegaskan komitmen Kejaksaan Negeri Badung di bawah kepemimpinan Sutrisno Mardi Utomo tidak hanya pada penegakan hukum, tetapi juga dalam pembinaan karakter spiritual dan penguatan kerukunan antarumat beragama di lingkungan kerja dan masyarakat luas.

 

AR81