Bali,NUSANTARAMURNI.com- Rangkaian acara Karya Padudusan Agung Tawur Agung Balik Sumpah di Pura Dalem Kediri, ngajum Lan Mendem Pedagingan, Melaspas Pelinggih,Mendak Siwi, Melasti, hingga Mendak Agung Kapuput Ida Ratu Peranda dengan suasana khidmat dan religius menyelimuti serangkaian upacara penting yang dilaksanakan di wilayah Mengwi beberapa hari terakhir. Rangkaian upacara ini diawali dengan momen suci ngajum lan medem pedagingan serta melaspas pelinggih lan ngelinggihan ida bhatara yang penuh harap pada hari Jumat, 18 April 2025. Upacara ini menjadi tonggak penting dalam penyucian dan pemberkatan tempat suci, memohon kehadiran dan kedamaian Ida Bhatara di dalamnya.
Keesokan harinya, Sabtu, 19 April 2025, dilanjutkan dengan upacara mendak siwi di Marga Tiga. Prosesi sakral ini dipuput oleh Ida Pedanda Magelung Baha, menghadirkan suasana spiritual yang mendalam bagi seluruh umat yang hadir. Mendak siwi sendiri merupakan upacara yang bertujuan untuk menyambut dan menghaturkan persembahan kepada Ida Bhatara yang hadir sebagai saksi dan pemberi berkah dalam upacara tersebut.
Rangkaian upacara kemudian berlanjut dengan melasti di Segara Batu Bolong. Prosesi melasti yang dilaksanakan di tepi pantai ini memiliki makna penting sebagai ritual penyucian diri dan alam semesta, mengambil air suci dari laut sebagai simbol pembersihan segala kotoran dan energi negatif.
Puncak dari rangkaian upacara ini adalah Mendak Agung Kapuput yang dipimpin oleh Ida Pedanda Tembuku Manuaba (Kuwun). Mendak Agung Kapuput ini merupakan bagian integral dari upacara. Istilah “mendak” merujuk pada proses membawa sesuhunan (simbol atau representasi Ida Bhatara) dari pura atau tempat suci ke tempat yang telah ditentukan untuk menerima persembahan dan didoakan. Sementara itu, “kapuput” menandakan proses menstanakan atau menempatkan kembali sesuhunan tersebut setelah rangkaian upacara selesai.
Upacara Tawur Agung merupakan bagian dari Bhuta Yadnya, sebuah ritual penting dalam kepercayaan Hindu Dharma yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta. Pelaksanaan upacara ini, terutama menjelang Hari Raya Nyepi, diyakini dapat menetralisir energi negatif dan mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh alam dan isinya.
Rangkaian upacara yang telah dilaksanakan ini diharapkan dapat membawa kedamaian, keberkahan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat serta menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Keberlangsungan tradisi dan upacara suci ini menjadi wujud nyata dari kuatnya nilai-nilai agama dan budaya yang terus dilestarikan di Bali.
Semoga kegiatan selanjutnya yakni Karya Padudusan Agung Tawur Balik sumpah di Pura Dalem Kediri Sading lancar.
AR81








