Badung,NUSANTARAMURNI.com– Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi di Kabupaten Badung, Bali, menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. PT Pertamina Patra Niaga selaku penyedia gas elpiji bersubsidi memberikan tanggapan terkait permasalahan ini.
Pertamina mengakui adanya pembatasan pembelian gas elpiji 3 kg untuk rumah tangga, yaitu 4 hingga 5 tabung. Pembatasan ini dilakukan untuk memastikan distribusi gas elpiji bersubsidi lebih merata dan tepat sasaran. Selain itu, Pertamina juga membatasi jumlah tabung yang dijual kepada pengecer, yaitu sebanyak 50 tabung.
Pertamina menjelaskan bahwa salah satu penyebab kelangkaan adalah kurangnya informasi yang diterima masyarakat mengenai pangkalan resmi gas elpiji 3 kg yang tersebar di wilayah Badung. Hal ini menyebabkan masyarakat cenderung melakukan pembelian panik (panic buying), yang memperparah kelangkaan.
Untuk mengatasi masalah ini, Pertamina telah berupaya menambah jumlah pangkalan resmi sejak November 2024. Pertamina mengajak pengecer untuk bergabung menjadi pangkalan resmi. Selain itu, Pertamina juga memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (Bupda) dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk menjadi pangkalan resmi, sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan gas elpiji 3 kg.
Pertamina juga menegaskan akan menindak tegas pangkalan yang terbukti melakukan penyelewengan harga. Sanksi tegas akan diberikan kepada pangkalan yang melanggar ketentuan.
Ketua DPRD Kabupaten Badung, Anom Gumanti, bergerak cepat untuk membantu mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg. Ia menerima aspirasi dari masyarakat melalui konstituennya dan berupaya mencari solusi terbaik. DPRD Badung juga telah memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas masalah ini dan mencari solusi yang efektif.
Meskipun ada pembatasan, pemerintah masih memberikan ruang kepada pengecer untuk menjual gas elpiji 3 kg. Namun, diharapkan pengecer dapat menjual gas elpiji dengan harga yang sesuai dengan ketentuan.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli gas elpiji 3 kg sesuai dengan kebutuhan. Masyarakat juga diimbau untuk membeli gas elpiji di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan ketentuan.
Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Badung merupakan masalah yang kompleks. Pertamina, DPRD Badung, dan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. Diharapkan dengan kerja sama dari semua pihak, kelangkaan gas elpiji 3 kg dapat segera teratasi dan masyarakat dapat kembali mendapatkan gas elpiji dengan mudah dan harga yang terjangkau.
AR81





