Sading,NUSANTARAMURNI.com- Serangkaian upacara Melaspas yang sakral dan penuh makna akan dilaksanakan di Sading, Bali. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan bangunan serta benda-benda yang digunakan dalam kegiatan keagamaan, baik secara niskala (roh) maupun sakala (fisik), sehingga menciptakan tempat yang aman, tenteram, dan nyaman.
Rangkaian upacara dimulai pada tanggal 24 Maret 2025 dengan Melaspas Tetaring, diikuti dengan Ngingsah, neteg beras, dan ngadegan bhatra pengrajeg karya pada tanggal 25 Maret 2025.Kemudian lanjut prosesi Mendak Bagio Pulekerti Kairing ke Pura Dalem Kediri Sading. Puncak dari rangkaian upacara ini adalah Melaspas Bagio Pulekerti di Pura Dalem Nagari Sading pada hari Selasa, 1 April 2025.
Upacara Melaspas ini dipimpin langsung oleh Ida Pedanda Gede Oka Tembau dari Griya Mayun Buduk. Prosesi upacara melibatkan berbagai ritual, seperti pacaruan (penyucian), pemasangan orti (simbol komunikasi dengan Ida Sang Hyang Widhi), pemasangan ulap-ulap (rajah), dan ngayab banten (sesajian).

Tujuan dan Makna Upacara Melaspas
Upacara Melaspas memiliki tujuan yang sangat penting dalam kepercayaan Hindu di Bali. Masyarakat Hindu Bali meyakini bahwa melalui upacara ini, mereka dapat:
Membersihkan tempat dari energi negatif.
Memohon keselamatan, kedamaian, dan kelancaran hidup bagi penghuninya.
Menciptakan keseimbangan antara alam sekala dan niskala.
Upacara Melaspas biasanya dilakukan setelah pembangunan rumah, pura, atau bangunan lainnya selesai, atau setelah sebuah tempat atau benda baru akan digunakan.
Prosesi Upacara Melaspas
Secara umum, prosesi upacara Melaspas meliputi beberapa tahapan berikut:
Pacaruan: Ritual penyucian yang bertujuan untuk membersihkan tempat dari energi negatif.
-Pemasangan Orti: Pemasangan simbol komunikasi dengan Ida Sang Hyang Widhi.
-Pemasangan Ulap-ulap: Pemasangan rajah sebagai simbol perlindungan.
-Ngayab Banten: Persembahan sesajian kepada Ida Sang Hyang Widhi dan para Dewa.
Upacara Melaspas merupakan bagian penting dari tradisi Hindu di Bali, yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui upacara ini, masyarakat Bali berharap dapat menciptakan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.
AR81