JAKARTA,NUSANTARAMURNI.com-Dr.Yonathan Andre Baskoro,S.H.,LL.M.,M.AP Anggota Komisi I DPRD Kota Denpasar pada momen jamuan makan siang dan berdiskusi bersama ibu Ni Luh Puspa Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia di bilangan Sudirman Jakarta Pusat. (Kamis, 29/1/2026).
Permasalahan sampah di Bali menjadi salah satu topik pembahasan kami, kita sepakat bahwa sampah harus segera tuntas di Bali demi Pariwisata yang berkualitas.
Kebersihan ditempat-tempat wisata, termasuk toilet-toilet umum juga harus diperhatikan kebersihannya, hal ini penting dilakukan agar sesuai dengan tag line Bali yakni ‘Pariwasata kelas dunia’, Bali harus nyaman untuk menerima setiap wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Ibu Ni Luh (Wamen berdarah Bali) ini juga sepakat bahwa Bali harus dijaga kebersihannya, dimulai dari rumah tangga, sampai desa, kecamatan hingga kabupaten/kota.
Pada pertemuan tersebut, kami juga membahas bahwa telah terjadi pergeseran tren dan perilaku masyarakat yang mulai sadar akan kesehatan, masyarakat lokal maupun mancanegara saat ini senang datang ke Bali selain untuk menikmati Wisata Budaya, Wisata Alam maupun Wisata Bahari dan Kuliner, mereka juga menikmati wellness & sports di Bali.
Ini adalah peluang bagus yang bisa terus ditingkatkan, jadi Bali tidak hanya Beach Club, namun wisatawan semakin banyak mulai melirik fasilitas-fasilitas kesehatan dan tempat-tempat olahraga yang mulai tumbuh di Bali. Seperti olahraga Padel yang sedang booming saat ini, banyak tamu-tamu mancanegara dan tamu-tamu lokal datang ke Bali untuk bermain Padel dengan nuansa Bali yang “Tropical”. Ini adalah salah satu kekuatan Bali yang bisa terus didorong dan dikembangkan.
Bali ini paket komplit, adat budayanya indah, kulinernya enak, alamnya bagus, lautnya bagus bisa main water sport, bisa menyelam, dan ada pulau-pulaunya juga. Mau olahraga, fasilitas kita juga sudah ada.
Jadi bisa dibuat seperti Bundling 3 hari 2 Malam di Bali, misalkan Hari pertama jalan-jalan ke tempat wisata budaya yang ada di Bali dan menyaksikan pentas seni budaya, lalu di hari kedua menikmati kuliner otentik khas Bali dilanjut dengan main Padel dan Watersport, hari ketiga berbelanja oleh-oleh khas Bali. Hotel-hotel yang tidak memiliki fasilitas olahraga bisa bekerjasama dengan para pemilik fasilitas olahraga diluar hotel dengan harga menarik, ini menjadi nilai jual yang baik juga bagi pengusaha-pengusaha hotel lokal untuk meningkatkan pendapatannya.
Tapi tentu perlu diperhatikan, fasilitas olahraga tersebut harus qualified secara kualitas, manajemen & treatmentnya untuk para tamu yang berkunjung dan menikmati leisure time di Bali. Akan sangat baik juga jika di fasilitas olahraga tersebut ada nuansa sentuhan Balinya, ini pasti akan menjadi unik dan punya nilai berbeda dengan fasilitas yang lainnya.
Ibu Wamen juga berpesan agar kita bisa mendorong pelaksanaan turnamen-turnamen olahraga, dengan skala internasional untuk diselenggarakan di Bali. Contohnya, turnamen Padel Internasional di Bali kan belum ada, jika dikonsepkan dengan matang, bisa diwujudkan mulai dari level Asia dan kemudian level Dunia. Lapangan-lapangan di Bali kualitasnya bagus-bagus! Ujar Wanita kelahiran Buleleng 39 tahun silam.
“Jika ini dapat berjalan berkesinambungan, saya yakin konsep Sport Tourism dapat menjadi jendela baru pariwisata di Bali yang tentunya dapat berkontribusi besar dalam pembangunan Bali kedepan,” ujarnya.







