Mangupura,NUSANTARAMURNI.com-(17/09/2025)– Dalam sebuah forum internal yang baru-baru ini diselenggarakan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSD) Mangusada, dr. I Wayan Darta, kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah pilar fundamental yang ia tanamkan dalam etos kerja dan budaya organisasi di salah satu institusi kesehatan terkemuka di Badung, Bali.
Dalam pernyataannya, dr. Darta menyoroti esensi keberagaman sebagai aset, bukan sebagai sumber perpecahan, khususnya dalam konteks pelayanan publik seperti rumah sakit. Menurutnya, rumah sakit adalah miniatur masyarakat yang multikultural, tempat di mana pasien dan staf dari berbagai latar belakang keyakinan bertemu dan berinteraksi. Oleh karena itu, membangun lingkungan yang inklusif dan saling menghormati adalah prasyarat mutlak untuk menciptakan atmosfer yang kondusif bagi penyembuhan dan kinerja profesional.
“Harmoni sosial adalah prasyarat bagi pelayanan kesehatan yang holistik dan berkualitas,” tegas dr. Darta. “Di sini, kita tidak hanya merawat fisik, tetapi juga memastikan setiap individu—baik pasien maupun staf—merasa dihargai dan dihormati keyakinannya. Sikap saling menghormati ini harus menjadi napas dalam setiap interaksi kita, dari ruang administrasi hingga ruang bedah.”
dr. Darta juga menekankan bahwa praktik toleransi tidak berhenti pada tidak adanya konflik, melainkan pada pengakuan aktif terhadap perbedaan. Ini mencakup pemahaman akan kebutuhan spiritual pasien, seperti penyediaan fasilitas untuk beribadah bagi berbagai keyakinan, serta sensitivitas terhadap tradisi dan ritual yang mungkin memengaruhi proses perawatan.
Komitmen ini selaras dengan nilai-nilai luhur Pancasila yang telah lama dipegang teguh oleh masyarakat Bali, di mana “Bhineka Tunggal Ika” (berbeda-beda tetapi tetap satu) bukan hanya semboyan, melainkan manifestasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di bawah kepemimpinannya, RSD Mangusada diharapkan dapat menjadi model institusi yang tidak hanya unggul dalam aspek medis, tetapi juga menjadi contoh konkret bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan pendorong bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Dengan demikian, pesan dr. I Wayan Darta melampaui batas-batas institusi. Ini adalah seruan untuk mempraktikkan humanisme yang mendalam, di mana profesionalisme medis berpadu dengan penghargaan tulus terhadap martabat setiap individu, terlepas dari latar belakang keyakinan mereka.
AR81





