Festival Tunas Bahasa Ibu Jembrana: Semarak Pelestarian Budaya Bali. 

 

Jembrana,NusantaraMurni.com-21 September 2024 – Kabupaten Jembrana kembali dihebohkan dengan semangat pelestarian budaya Bali melalui Festival Tunas Bahasa Ibu. Acara tahunan ini, yang digelar hari ini, berhasil menyatukan ratusan siswa SMP se-Kabupaten Jembrana dalam perlombaan yang meriah dan sarat makna.

Festival Tunas Bahasa Ibu
Lomba sedang berlangsung

Dengan tema “Menjadikan generasi muda berbudi pekerti luhur melalui apresiasi terhadap Bahasa dan Sastra Bali”, festival ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan pengetahuan mereka dalam berbagai cabang lomba yang berkaitan dengan Bahasa Bali. Mulai dari perlombaan masatua atau bercerita yang penuh keindahan, metembang yang melatih intonasi, hingga ngripta cerpen yang mengasah kreativitas, setiap lomba menjadi ajang unjuk gigi yang menarik.

Dalam Festival ini,para siswa berkompetisi dalam berbagai lomba,seperti Melasti, Metembang,Mepidatra,Bebayolan,Nyurat Aksara Bali,Ngripta lan Wacen Puisi serta Ngripta Cerpen.Setiap sekolah mengirimkan dua perwakilan Putra dan Putri terbaiknya.

 

Jembrana

Antusiasme Tinggi, Harapan Besar

 

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Jembrana dalam sambutannya menyampaikan kekaguman atas antusiasme para peserta dan sekolah-sekolah. Beliau melihat festival ini sebagai bukti nyata bahwa generasi muda Jembrana sangat peduli terhadap pelestarian budaya leluhur. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa,” ujarnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu
Ni Kadek Lia Agustini(kiri), I Made Dwiyasa(kanan)

Senada dengan kepala dinas, Ni Kadek Lia Agustini selaku koordinator Lomba juga mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival tahun ini. “Peserta tahun ini sangat membludak, jauh melebihi ekspektasi kami. Ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap Bahasa Bali semakin meningkat,” ujar Lia.

 

Dukungan Orang Tua 

 

Tidak hanya para siswa, orang tua pun turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Bu Putu Hanna, salah seorang orang tua murid dari SMP 4 Melaya, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penyelenggaraan festival. “Kegiatan seperti ini sangat positif dan bermanfaat bagi anak-anak. Selain melestarikan budaya, juga dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka,” ungkapnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu
Putu Hanna dan Anak nya(peserta lomba)

Dukungan juga datang dari kalangan pengawas sekolah. Menurut I Made Dwiyasa SMP Jembrana, festival ini merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya satuan pendidikan dalam melestarikan Bahasa Bali. “Melalui kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler seperti ini, diharapkan Bahasa Bali dapat terus lestari dari generasi ke generasi,” ujarnya.

 

Festival Tunas Bahasa Ibu

Kesimpulannya bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu Jembrana telah membuktikan bahwa pelestarian budaya Bali dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Melalui kegiatan ini, generasi muda tidak hanya diajak untuk mencintai Bahasa Bali, tetapi juga untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap pelestarian budaya leluhur.

 

AR81