DPW PWDPI Bali Hadiri HUT Pesraman Sabda Ke – 7th

 

 

TABANAN,NUSANTARAMURNI.com -Sabtu 18 Januari 2025, Pukul 19.00 wita, Pemerhati Budaya dan beberapa Perwakilan Umat Beragama hadir dalam acara Hut Pesraman Sabda Ke 7th yang berlokasi Perumahan Kodam Udayana Pandak Bandung, Dusun Bandung, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, yang diresmikan tanggal 21 Januari 2018 oleh Mahaguru Sri Jayanara, saat ini dibina oleh Bapak I Wayan Gina atau Sri ganasena murti, sebagai Ketua Rumah Tangga Bapak Aris Bejo Sutikno atau dikenal dengan nama Mas Krish dan sebagai Ketua Harian Pelaksana Bapak Gede Wiratmaja.

Mengawali acara tersebut dipimpin oleh moderator Bapak Eko Susiadi, saling memperkenalkan diri dari tamu undangan yang hadir yaitu, Romo Cristovel Benny mewakili DPW PWDPI (Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia) Provinsi Bali sekaligus umat Kristen Protestan, Romo Budi Dharma Ketua DPD HPK Provinsi Bali, Mas Haryo Sujatmiko lebih dikenal Mas Koko sebagai Penggiat Budaya, Jro Kadek biasa dikenal Jro Gembel, Bopo Antoni Penggiat Budaya, Gus Muntahir beserta istri mewakili umat Islam, Romo Efendi Halim mewakili Budha Mahayana dari DPD Mahayana Indonesia (Mahasi Bali), Penasehat DPW PWDPI Ibu Dayu Utami Dewi beserta suami Bapak Ida Bagus Made Wirama.

PWDPI Bali

Sarasehan Budaya yang merupakan intisari dari rangkaian acara tersebut menyatakan, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak melupakan Budaya Leluhurnya, karena sebagai bangsa yang besar jangan sampai kehilangan Identitas/jatidiri bangsa yaitu Putra Putri Nusantara yang adiluhung dan berkarakter Budi Pekerti diwariskan oleh Founding Father Bangsa lewat Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. “Semua harus diimplementasikan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, karena itulah warisan Budaya Bangsa untuk kita pertahankan dan diteruskan ke generasi berikutnya, karena sebagai Bangsa yang besar menghormati para Leluhurnya.” wejangan dari Bapak I Gde Wayan Gina selaku Pembina Pesraman Sabda.

Puncak acara diakhiri dengan Doa Bersama Untuk Nusantara yang diawali oleh Romo Efendi Halim dari Budha Mahayana dengan pembacaan Sutra dilanjutkan oleh Romo Cristovel Benny mewakili Umat Kristen lewat Doa Syafaat dan ditutup oleh Sri ganasena murti sebagai Sri Guru Pembina Pesraman Sabda dan ramah tamah dengan tamu undangan.

Inilah bentuk toleransi yang nyata dan Menyame Braya dalam Kehidupan Sosial di Bali, Saling asah, asih dan asuh tanpa sekat maupun perbedaan antar masyarakat yang majemuk.

 

B13NY