BADUNG,NUSANTARAMURNI.com– Momentum langka pertemuan dua hari besar keagamaan kembali menyapa masyarakat Indonesia di tahun 2026. Direktur Rumah Sakit Windu Husada, dr. I Gusti Ayu Ika Kumala Dewi, MARS, menyampaikan pesan khusus guna menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 yang jatuh dalam waktu yang berdekatan.
Dalam keterangannya, dr. Ika Kumala Dewi menekankan bahwa pertemuan dua hari suci ini bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan simbol kuat dari moderasi beragama dan harmoni di tengah keberagaman bangsa.
Bagi umat Muslim yang akan merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, dr. Ika menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 H.
“Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim, khususnya bagi keluarga besar staf dan pasien di RS Windu Husada. Semoga hari kemenangan ini menjadi momentum untuk kembali fitrah, saling memaafkan, dan mempererat tali silaturahmi yang sempat renggang,” ujar dr. Ika.
Di sisi lain, beliau juga menyoroti makna mendalam dari Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Menurutnya, Nyepi merupakan waktu yang tepat bagi setiap individu untuk melakukan Mulatsari atau introspeksi diri demi meningkatkan kualitas spiritual di masa depan.
“Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948. Mari kita manfaatkan hari suci ini untuk hening sejenak, menjauh dari hiruk-pikuk duniawi melalui Catur Brata Penyepian, sehingga kita bisa kembali beraktivitas dengan semangat dan energi yang lebih positif,” tambahnya.
Meski berada dalam suasana libur hari raya, dr. Ika memastikan bahwa RS Windu Husada tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima. Ia menegaskan bahwa operasional kegawatdaruratan tetap berjalan 24 jam untuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan medis selama masa libur panjang tersebut.
“Kesehatan adalah prioritas utama. Sembari merayakan hari raya dengan suka cita, kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. Kami di RS Windu Husada senantiasa siaga memberikan yang terbaik,” pungkasnya.
Penutupan pesan ini menjadi pengingat bahwa di balik perbedaan tradisi, nilai-nilai kemanusiaan dan kesehatan tetap menjadi pemersatu utama di lingkungan RS Windu Husada.
AR81





