MANGUPURA,NUSANTARAMURNI.com – Pusat Pemerintahan (Puspem) Mangupraja Mandala, Kabupaten Badung, berubah menjadi lautan manusia pada Jumat (06/03/2026) sore. Ribuan warga memadati area pusat pemerintahan untuk menyaksikan gelaran akbar perlombaan Ogoh-ogoh tahun 2026 yang diikuti oleh ratusan Sekaa Teruna-Teruni (STT) se-Kabupaten Badung.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Made Widiana, SS., M. Hum, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat atas partisipasi dan ketertiban mereka selama acara berlangsung. Menurutnya, antusiasme tahun ini melonjak tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Badung dan sekitarnya. Antusiasme yang luar biasa ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap seni budaya, khususnya karya kreatif Ogoh-ogoh, tetap menjadi jati diri pemuda kita,” ujar Made Widiana di sela-sela acara.
Pemilihan Puspem Badung sebagai lokasi pusat lomba bukan tanpa alasan. Made Widiana menjelaskan bahwa luas wilayah dan fasilitas pendukung menjadi pertimbangan utama agar ribuan penonton dapat tertampung dengan nyaman.
“Kenapa lomba digelar di Puspem Badung? Itu karena kami meminjam tempat yang representatif. Puspem Badung memiliki lahan yang sangat luas, sehingga sangat cocok dan memadai untuk menggelar perlombaan skala besar yang melibatkan massa dalam jumlah banyak,” tambahnya.
Menyadari luasnya wilayah Kabupaten Badung yang membentang dari utara hingga selatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memberikan perhatian khusus pada mobilitas karya seni tersebut. Jarak tempuh dari daerah seperti Petang di utara hingga Kuta di selatan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.
Menanggapi hal tersebut, Made Widiana menegaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu biaya transportasi atau penyewaan towing bagi setiap peserta.
“Mengenai penyewaan towing, terutama bagi STT yang berasal dari daerah jauh seperti Petang maupun wilayah selatan, itu sudah diberikan anggaran oleh Pemkab Badung. Kami ingin memastikan semua peserta, tanpa terkecuali, dapat membawa karya mereka ke titik lomba dengan aman tanpa terbebani biaya logistik yang besar,” tegasnya.
Lomba tahun ini mencatatkan angka partisipasi yang fantastis. Tercatat sebanyak 583 Sekaa Teruna (ST) dan Yowana dari seluruh banjar di Kabupaten Badung ikut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini.
Setiap Ogoh-ogoh yang tampil menampilkan filosofi mendalam dan teknik pengerjaan yang semakin modern, namun tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi. Kehadiran 21 ST kelompok pemuda yang lolos ini diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi kreatif dan mempererat tali silaturahmi antar-yowana di seluruh Kabupaten Badung.
Acara yang berlangsung hingga malam hari ini berjalan dengan tertib di bawah pengawalan ketat dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta bantuan pengamanan dari pecalang setempat.
AR81





