Yayasan Cornelia Elshaddai Berbagi Ke TK SAD Kumara Jadi Tabanan

 

Tabanan,NusantaraMurni.com-Kedatangan Kepala Sekolah TK SAD Kumara Desa Jadi bersama Ketua Yayasannya sekitar seminggu silam (Kamis, 7/9/2023) di kantor Pdt. Nathangsa Ginting Rijke, S.Th (Ketua Pembina Yayasan Cornelia Elshaddai Desa Banjar Anyar Tabanan).

Menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar sedikit terganggu karena kurangnya sarana belajar anak-anak TK SAD Kumara Jadi Banjar Anyar Tabanan mereka.

Mendengar hal ini kami Yayasan Cornelia Elshaddai Banjar Anyar Tabanan merasa haru dengan situasi kondisi daripada tetangga terdekatnya, sehingga diadakanlah rapat intern mendadak.

Setelah rapat intern tersebut, kami memutuskan untuk membantunya dengan menyerahkan 10 buah kursi belajar dan 4 buah meja belajar, 1 buah meja kursi guru, dan 2 buah meja dan 2 buah kursi untuk guru (yang ukuran sedang).

Kami terpanggil (sebagai umat Kristiani) untuk membantu sekolah ini supaya proses belajar mengajar ini bisa berjalan dengan baik. Karena logikanya, tidak mungkin bisa anak-anak murid belajar dengan baik jika menulis diatas lantai biasa. 

Lalu dicanangkanlah hari Kamis pagi (14/9) hari penyerahan alat-alat belajar tersebut langsung ke lokasi TK SAD Kumara Jadi Tabanan/ kepada pihak Yayasan dan Kepala Sekolahnya. Melihat penyerahan ini kami melihat suasana bahagia Kepala Sekolah dan Ketua Yayasannya beserta anak-anak murid yang menyambut kedatangan kami beserta alat-alat belajarnya. 

Memberi/ berbagi adalah sebuah tindakan menyerahkan dan membagikan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain. Memberi/ berbagi dari kelimpahan itu biasa. Memberi/ berbagi dari kekurangan itu luar biasa.

Tuhan Yesus berkata dalam injil Markus, “Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya” (Markus 12:44).

Tuhan Yesus memuji seorang janda miskin karena perbuatannya. Janda itu menunjukkan satu sikap hidup yang berbeda dengan orang lain.

Janda itu mempunyai uang dua peser saja. Namun, ia memasukkan semua uangnya ke dalam peti persembahan. Hal ini berbeda dengan orang lain. Orang lain memberi dari kelimpahannya dan dalam jumlah yang banyak.

Janda miskin itu memberi dari kekurangannya. Uang itu bisa dipakai untuk membeli makanan agar bisa menopang hidupnya. Akan tetapi, ia berbuat yang sebaliknya. Dia seorang janda dan sudah pasti tidak mempunyai suami yang bisa menopang hidupnya.

(***JR77)