“100% Udara Bersih: Rahasia Kunang-Kunang di Kebun Raya Bedugul.”

BEDUGUL,NUSANTARAMURNI.com– Selama ini, Kebun Raya Bali di Bedugul identik dengan tikar piknik, udara dingin, dan swafoto di depan pohon raksasa yang ikonis. Namun, di balik rimbunnya kanopi hijau seluas 157 hektar ini, tersimpan misi besar yang jauh lebih mendalam daripada sekadar destinasi wisata akhir pekan.

I Dewa Putu Pasnadi Putra, Branch Manager Kebun Raya Bali, menegaskan bahwa tempat ini adalah benteng terakhir bagi ribuan spesies flora. Menurutnya, Kebun Raya adalah simpul penting yang mempertemukan konservasi, penelitian, dan edukasi.

Bagi Dewa Putu Pasnadi, paradigma pengunjung tentang Kebun Raya harus mulai bergeser. Meski pemandangan indah menjadi daya tarik utama, itu hanyalah permukaan.

Kebun raya bedugul

I Dewa Putu Pasnadi Putra, Branch Manager Kebun Raya Bali

“Fungsi aslinya adalah 4E: Edukasi, Ekologi, Eksplorasi, dan Ekonomi. Piknik itu bonusnya, tapi menjaga keberlangsungan alam adalah intinya,” ujar Dewa Putu saat menjelaskan misi utama kebun botani terbesar di Indonesia ini.

Edukasi di Kebun Raya Bali dikemas dengan cara yang jauh dari kata membosankan. Bagi generasi muda dan pelajar, alam Bedugul diubah menjadi laboratorium hidup yang interaktif:

-Farmasi Alam: Pengunjung diajak mengenal tanaman obat yang menjadi fondasi pengobatan tradisional Bali.

-Laboratorium Anggrek: Menelisik koleksi anggrek hutan yang langka dan eksotis.

Workshop Pembibitan: Kelas praktis di mana pengunjung belajar cara menyemai tanaman dengan benar—sebuah upaya membawa semangat pelestarian ke rumah masing-masing.

Identifikasi Pohon: Belajar “membaca” alam melalui bentuk daun dan tekstur batang pohon yang berbeda-beda.

Salah satu daya tarik edukasi yang paling unik adalah observasi kunang-kunang. Dewa Putu menjelaskan bahwa kehadiran serangga bercahaya ini bukan sekadar pemandangan estetik, melainkan indikator biologis yang akurat.

“Di mana ditemukan kunang-kunang, di tempat itu dijamin 100% udaranya bersih,” tegas Dewa Putu.

Keberadaan mereka menjadi bukti nyata bahwa ekosistem Kebun Raya Bali masih terjaga kemurniannya dari polusi udara yang kian mengepung wilayah perkotaan.

Menutup perbincangan, Dewa Putu Pasnadi menitipkan pesan bijak bagi siapa pun yang melangkahkan kaki ke dalam “paru-paru” hijau ini. Ia mengimbau agar pengunjung tidak hanya datang membawa kamera untuk menangkap gambar, tetapi juga membawa kepedulian di dalam hati.

“Mari kita jaga kebersihan, jangan memetik tanaman sembarangan. Karena satu daun yang Anda petik, bisa jadi adalah objek penelitian penting bagi masa depan lingkungan kita,” pungkasnya.

 

AR81